Grrrrhhhh... Lama sudah tidak menulis, lama sudah tidak produktif. Padahal ide untuk menulis dengan Topik ini sudah lama tersimpan di kelapa, eh Kepala *Maaf.. efek lama tidak berceloteh!! Grrrgghh.. :-((
Pada saat mengikuti acara workshop kepenulisan dan publikasi karya ilmiah untuk jurnal internasional, tuan rumah penyelenggara kegiatan menyelingi kegiatan dengan acara masak memasak, yang kebetulan nara sumber utama juga sekaligus sebagai chef nya. Di saat acara masak memasak tersebut berlangsung, salah seorang peserta nyelutuk berbisik kepada saya: "apa kaitannya antara kegiatan tulis menulis dengan masak memasak? kok ada workshop kepenulisan diselingi acara masak masak?"
Ahaa!!! jangan salah! bagi saya antara kegiatan tulis menulis, dan masak memasak ada kaitannya. Penasaran??? mari kita lanjutkan! Ready..??? 1....2...3!!!
Saya sangat ngefans dengan buku yang ditulis oleh Hernowo dengan judul "andaikan buku itu sepotong Pizza" (yang lain boleh tidak suka kok... heheh). Dalam buku ini, Hernowo (menurut saya) dengan sangat cerdas mampu mengiming imingi saya untuk rakus dengan buku yang dia ibaratkan sebagai makanan. Menurut dia, tak ubahnya dengan perut, otak kita juga perlu dengan makanan. Nah! makanan dari otak kita itulah buku bacaan. hmmmmm.. untuk lebih lengkapnya, silahkan baca bukunya sendiri saja ya?? yang jelas buku karya Hernowo inilah yang lantas mampu merubah cara pandang saya terhadap buku, artikel atau bacaan apapun, sehingga terkadang saya selalu merasa lapar dibuatnya. :-))
Bila Hernowo mengibaratkan buku itu bagai makanan, maka saya mengibaratkan menulis itu bagai memasak. Bagaimana bisa?? mari kita bahas satu persatu.
Yang pertama, sebelum memasak tentunya kita perlu menyiapkan bahan. Biasanya dalam menyiapkan bahan tersebut, kita perlu belanja ke Pasar atau ke toko atau entah kemana lah, bahkan jaman sekarang, bisa belanja via online! Begitu juga dalam menulis guys! Bagaimana kita bisa menulis bila tidak punya bahan untuk menulis? dan apa bahan untuk menulis itu? Bahan untuk kita dalam mempersiapkan tulisan adalah BACAAN! iya! dengan cara banyak membaca kita akan banyak mendapatkan bahan untuk sebuah tulisan, yang tentunya perpustakaan merupakan pasar untuk belanja bahan - bahan untuk tulisan kita.
Setelah kita belanja bahan, tentunya kita tidak akan langsung memasaknya bukan? kita butuh untuk memilah dan memilih, mengupas atau mencincang dan membersihkannya. Demikian juga dalam menulis, dari semua bahan yang telah kita baca, tentu tidak semua bisa kita masukkan dalam tulisan kita. Kita perlu menyaring, membandingkan dengan bahan bacaan lain, merangkum, menyesuaikan bahan dengan topik yang akan kita tulis, hingga bahan - bahan benar - benar siap untuk kita olah.
![]() |
| She is not me, of course.. :-D |
Nah, bila semua bahan sudah siap, saatnya kita memasak tulisan kita. Dalam memasak, tidak semua bahan langsung kita masukkan begitu saja. Bisa juga siiih sebenarnya dengan ilmu masak yang ngawur kita langsung main cemplang-cemplung begitu saja (seperti saya biasanya kalau masak... hihihi). Tapi, sekarang pilihan ada ditangan anda, apakah anda ingin menyajikan makanan yang asal jadi, asal ada rasa garamnya? atau anda akan memasak makanan yang penuh dengan cita rasa yang diolah dengan penuh rasa cinta? Daaan tentunya, akan menyajikan hasil masakan yang berbeda. Begitu juga dengan menulis, bila sebuah tulisan diolah dengan pas, dengan pemilihan bahasa yang tepat sesuai dengan target pembaca, maka tulisan kita akan menghasilkan cita rasa yang pas yang dapat dinikmati oleh pembaca dengan penuh suka cita (ceileee....).
Tahap akhir adalah tahap penyajian. Dalam menyajikan sebuah tulisan kita perlu juga memberikan garnish yang dalam hal ini adalah judul. Memilih judul yang tepat nan menawan dan mengundang penasaran, akan mengundang selera pembaca untuk segera menyantap tulisan kita. Sudah menjadi tabiat manusia yang selalu tertawan dengan apa yang nampak dipermukaan. Maka berkreasilah dengan garnish tulisan anda yang tentunya dengan mempertimbangkan pembaca yang akan anda targetkan.
Daaan sekarang trerereeeng!!! hidangan tulisan anda siap untuk disajikan!
But, yang perlu menjadi catatan paaling awal dari proses masak memasak adalah anda ingin menyajikan masakan apa? Main menu, desert atau snack? Hal tersebut akan membutuhkan bahan, proses masak, dan durasi waktu yang berbeda tentunya... :-))
Akhirul kalam.... Selamat menikmati hidangan dari saya dan selamat memasak tulisan ;-)

It's really inspiring, madam.. Thanks.. Ditunggu tulisan-tulisannya ya ^^
BalasHapus